Equity World | Duh, Bursa Asia Mulai Loyo Lagi Nih, IHSG Gimana?
Equity World | Jakarta, Mayoritas bursa Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Selasa (10/1/2023), di tengah variasinya bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan kemarin.
Equity World | Saham Asia-Pasifik Diperdagangkan Lebih Tinggi Pagi Ini, Rabu (11/01)
Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka menguat 0,78% dan Shanghai Composite China naik tipis 0,06%.
Sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong dibuka turun tipis 0,08%, Straits Times Singapura turun 0,16%, ASX 200 Australia melemah 0,19%, dan KOSPI Korea Selatan juga turun tipis 0,09%.
Bursa Asia-Pasifik yang cenderung melemah terjadi di tengah beragamnya pergerakan bursa saham AS, Wall Street pada perdagangan Senin kemarin.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 0,34% dan S&P 500 turun tipis 0,08%. Namun untuk indeks Nasdaq Composite berakhir menguat 0,63% kemarin.
Indeks padat teknologi Nasdaq membukukan kenaikan terbesar 0,63%, didorong oleh reli hampir 6% di saham Tesla yang sebelumnya ramai-ramai dilego para investor.
Sebelumnya, pada perdagangan hari terakhir pekan lalu tiga indeks utama Wall Street tersebut kompak menguat setelah laporan pekerjaan bulanan menunjukkan perlambatan pertumbuhan upah, memicu harapan bahwa inflasi mereda.
Pasar masih akan cenderung mencerna data tenaga kerja non-farm payrolls (NFP) dan unemployment rate atau tingkat pengangguran yang dipublikasikan Jumat lalu. Data NFP AS per Desember 2022 naik 223.000, dari sebelumnya pada November 2022 sebesar 256.000.
Bursa Asia-Pasifik yang cenderung melemah terjadi di tengah beragamnya pergerakan bursa saham AS, Wall Street pada perdagangan Senin kemarin.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 0,34% dan S&P 500 turun tipis 0,08%. Namun untuk indeks Nasdaq Composite berakhir menguat 0,63% kemarin.
Indeks padat teknologi Nasdaq membukukan kenaikan terbesar 0,63%, didorong oleh reli hampir 6% di saham Tesla yang sebelumnya ramai-ramai dilego para investor.
Sebelumnya, pada perdagangan hari terakhir pekan lalu tiga indeks utama Wall Street tersebut kompak menguat setelah laporan pekerjaan bulanan menunjukkan perlambatan pertumbuhan upah, memicu harapan bahwa inflasi mereda.
Pasar masih akan cenderung mencerna data tenaga kerja non-farm payrolls (NFP) dan unemployment rate atau tingkat pengangguran yang dipublikasikan Jumat lalu. Data NFP AS per Desember 2022 naik 223.000, dari sebelumnya pada November 2022 sebesar 256.000.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar