Equityworld Futures Jakarta SSC |
PT Equity World | Wall Street Ambles Lebih Dari 1%, Kekhawatiran Omicron Jadi Biang Keladi Posted: 20 Dec 2021 05:46 PM PST PT Equity World | Wall Street ambles lebih dari 1% pada perdagangan awal pekan ini. Kekhawatiran investor tentang varian Omicron yang berpotensi melemahkan rebound ekonomi dan kemunduran kritis pada tagihan belanja sosial Presiden Joe Biden jadi biang keladi. Senin (20/12), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 433,28 poin atau 1,23% menjadi 34.932,16, indeks S&P 500 koreksi 52,62 poin atau 1,14% ke 4.568,02 dan indeks Nasdaq Composite melemah 188,74 poin atau 1,24% ke 14.980,94. Bursa Asia Cenderung Menguat, Nikkei 225 Melesat 1,58% di Pagi Ini (21/12) | PT Equity World Sektor keuangan dan material turun paling besar di antara sektor pada indeks S&P 500. Sementara penurunan saham teknologi dan terkait teknologi juga ikut menyeret bursa saham Amerika Serikat (AS) ini. Saham sektor keuangan anjlok 1,9% dan sektor material ambles 1,8%. Microsoft dan Tesla adalah bobot individu terbesar yang menyeret indeks S&P 500, setelah masing-masing turun 1,2% dan 3,5%. Kasus virus corona melonjak di New York City dan di sekitar Amerika Serikat selama akhir pekan, menghancurkan harapan untuk musim liburan yang lebih normal. Di sisi lain, Inggris pun sudah mengungkapkan akan mengambil lebih banyak langkah guna memperlambat penyebaran Omicron jika diperlukan. Itu dilakukan usai Belanda memulai penguncian keempat dan ketika negara-negara Eropa lainnya mempertimbangkan pembatasan. "Saya pikir (pasar saham) turun karena ketakutan Covid-19 dan bagaimana ketakutan itu dapat memperpanjang masalah rantai pasokan yang berkelanjutan dan bagaimana hal itu akan berdampak pada keuntungan untuk perusahaan," kata Chuck Carlson, Chief Executive Officer Horizon Investment Services di Hammond, Indiana. Indeks berakhir di atas posisi terendah sesi mereka, tetapi indeks S&P 500 berakhir di bawah rata-rata pergerakan 50 hari, level teknis utama. Dalam pukulan lebih lanjut terhadap sentimen pasar, adalah Senator AS Joe Manchin yang mengatakan pada hari Minggu (19/12) bahwa dia tidak akan mendukung tagihan investasi domestik Biden senilai US$ 1,75 triliun, yang disebut Build Back Better, yang merupakan pukulan yang berpotensi fatal. Setelah komentar Manchin, Goldman Sachs memangkas perkiraan PDB kuartalan AS untuk tahun 2022. Perkembangan itu terjadi ketika Federal Reserve memutuskan untuk mengakhiri stimulus era pandemi lebih cepat. Bank sentral juga memberi sinyal setidaknya tiga perempat poin kenaikan suku bunga pada akhir 2022. Investor telah mengambil sikap yang lebih defensif bulan ini, dengan sektor-sektor seperti kebutuhan pokok konsumen dan utilitas naik paling tinggi. Kedua kelompok itu mengakhiri sesi Senin dengan kenaikan tipis, satu-satunya sektor di wilayah positif. Indeks S&P 500 tetap menguat 21,6% sejauh ini di tahun 2021. "Mengingat kekuatan pasar sepanjang tahun ini, dalam beberapa hal Anda bisa melihat investor mengambil beberapa keuntungan dan mencari kejelasan yang lebih besar di tahun baru," kata Michael Arone, kepala strategi investasi di State Street Global Advisors. Dalam berita perusahaan, saham Oracle Corp turun 5,2% setelah pembuat perangkat lunak bisnis itu mengatakan akan membeli perusahaan catatan medis elektronik Cerner Corp seharga US$ 28,3 miliar. |
PT Equity World | 'Sarapan Pagi' Buat yang Mau Main Emas Hari Ini, Monggo... Posted: 19 Dec 2021 05:08 PM PST PT Equity World | Harga emas dunia bergerak naik pada perdagangan pagi hari ini. Ke depan, bagaimanakah prospek harga sang logam mulia? Pada Senin (20/12/2021) pukul 07:20 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.800,96/troy ons. Naik 0,18% dari posisi akhir pekan lalu sekaligus jadi yang tertinggi sejak 22 November lalu. Harga Emas Diprediksi Tetap Perkasa, Tak Takut Kenaikan Bunga The Fed | PT Equity World Harga emas sedang menjadi tren kenaikan. Dalam seminggu terakhir, harga komoditas ini naik hampir 1% secara point-to-point. Akan tetapi, investor tetap harus waspada. Masih ada risiko harga emas turun lagi ke bawah US$ 1.800/troy ons. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan target harga emas hari ini ada di kisaran US$ 1.778-1.785/troy ons. Meski ada peluang naik menuju level resistance di rentang US$ 1,805-1.803/troy ons. "Dalam jangka yang lebih panjang, harga emas masih dibayangi risiko bearish. Bahkan target terjauh bisa menuju US$ 1.700/troy ons," tambah Wang. Sementara riset ICDX memperkirakan target resistance terjauh harga emas bisa di rentang US$ 1.800-1.810/troy ons. Target support terjauh ada di US$ 1.760-1.765/troy ons. "Harga emas mencoba bangkit setelah koreksi terbesar dalam tiga pekan terakhir pada awal minggu lalu. Kini harga emas menunggu dorongan terbaru," sebut riset ICDX. |
You are subscribed to email updates from Equityworld Futures Jakarta SSC. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
Google, 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar