Equityworld Futures | Wall Street Melemah, Investor Cemas dengan Kebijakan Tarif Baru Trump
Equityworld Futures | Indeks saham utama di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (26/3/2025). Pelemahan ini dipicu oleh tekanan di sektor teknologi dan kekhawatiran pasar terhadap rencana pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengumumkan tarif impor otomotif terbaru.
Equityworld Futures | Segera Cetak Rekor Baru, Harga Emas Bakal Sulit Anjlok Melebihi US$3.000
Mengutip CNBC International, Kamis (27/3/2025), indeks S&P 500 merosot 1,12% dan berakhir di level 5.712,20. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 132,71 poin atau 0,31% menjadi 42.454,79. Nasdaq Composite, yang banyak diisi saham teknologi, terperosok 2,04% ke 17.899,01 setelah saham Nvidia anjlok hampir 6%.
Sejumlah perusahaan teknologi besar mengalami tekanan. Saham Meta Platforms dan Amazon turun lebih dari 2%, sementara Alphabet mengalami pelemahan lebih dari 3%. Tesla pun terkena dampak signifikan dengan penurunan lebih dari 5%.
Kondisi ini diperburuk oleh pengumuman dari Gedung Putih yang menyatakan bahwa Trump akan mengungkapkan kebijakan tarif impor otomotif dalam konferensi pers pada pukul 16.00 waktu setempat. Sentimen negatif langsung menghantam saham produsen mobil, seperti General Motors dan Stellantis, yang masing-masing merosot lebih dari 3%.
Pasar semakin gelisah dengan potensi dampak kebijakan proteksionisme terhadap ekonomi. Trump sempat menyatakan bahwa tarif yang akan diterapkan mungkin lebih "lunak dibandingkan resiprokal," yang memberi indikasi bahwa kebijakan tersebut bisa lebih terbatas dari perkiraan awal.
Kepala Strategi Investasi CFRA Research Sam Stovall mengatakan, setiap kali Trump memberikan pernyataan terkait perdagangan, pasar cenderung bereaksi, baik secara positif maupun negatif. Akibatnya, investor kini mulai beralih ke sektor yang lebih defensif, seperti consumer staples dan utilitas.
"Perpindahan ini kemungkinan akan terus berlangsung setidaknya hingga 2 April, saat kebijakan tarif mulai diterapkan, atau lebih lama jika Trump melakukan penyesuaian lebih lanjut," jelasnya terkait pelemahan Wall Street.
Ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan telah membebani pasar dalam beberapa waktu terakhir. S&P 500 bahkan sempat memasuki fase koreksi di awal bulan ini setelah anjlok lebih dari 10% dari rekor tertingginya pada Februari.
Kendati demikian, sebelum aksi jual terbaru ini, Wall Street sempat mencatat tren positif dengan S&P 500 membukukan kenaikan tiga hari berturut-turut hingga Selasa (25/3/2025). Namun, kembali munculnya ketidakpastian terkait tarif impor membuat pasar kembali tertekan.
Demo Ewf
Demo Equityworld
Tidak ada komentar:
Posting Komentar