Equityworld Futures | Terselamatkan Data Inflasi Baru, Investor Wall Street Kini Dibayangi Efek Perang Tarif
Equityworld Futures | Bursa Amerika Serikat (Wall Street) kembali bangkit dalam perdagangan di Rabu (12/3). Pasar menyambut baik data inflasi terbaru di tengah kekhawatiran soal memanasnya perang dagang akibat langkah dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Equityworld Futures | Terima kasih Amerika! Harga Emas Kembali Mengangkasa, Siap Cetak Rekor
Dilansir dari Reuters, Kamis (13/3), berikut ini adalah catatan pergerakan sejumlah indeks utama dalam Wall Street. Hampir semua indeks mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan:
- S&P 500 (SPX): Naik 0,49% ke 5.599,30
- Nasdaq Composite (IXIC): Melonjak 1,22% ke 17.648,45
- Dow Jones Industrial Average (DJIA): Turun 0,20% ke 41.350,93
Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) secara bulanan naik 0,2% di Februari 2025. Angka tersebut lebih rendah dari capaian 0,5% di Januari 2025.
Sementara secara tahunan, data tersebut tercatat naik hingga 2,8%. Angka tersebut sedikit melenceng dari proyeksi pasar yang memperkirakan inflasi mencapai 2,9%.
Adapun angka inflasi inti yang mengecualikan komponen makanan dan energi yang cenderung naik secara bulanan menjadi 0,2% di Februari 2025. Secara tahunan, data inti meningkat 3,1% (YoY) di Februari 2025.
The Fed kini diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuannya dalam kisaran 4,25%-4,50%. Meski begitu, pasar tetap yakin bahwa pemangkasan suku bunga akan dimulai di Juni 2025.
"Pasar mengalami rebound hari ini karena inflasi lebih rendah dari yang diperkirakan dan ada aksi beli setelah penurunan sebelumnya," kata Greg Bassuk.
Meskipun inflasi yang lebih dingin mendukung pasar, investor tetap berhati-hati terhadap konflik dagang yang semakin luas. Trump baru saj menerapkan tarif 25% pada impor baja dan aluminium. Hal ini memicu reaksi keras dari Kanada dan Eropa.
Ketegangan dagang ini meningkatkan risiko resesi karena kenaikan harga barang dapat mengurangi daya beli konsumen dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dari Amerika Serikat.
Selain perang dagang, pasar juga menghadapi ketidakpastian dari Washington. Kongres Amerika Serikat masih bersitegang mengenai rancangan anggaran sementara untuk menghindari penutupan pemerintahan (government shutdown).
Baca Juga: Janjikan Pembalasan, Sekutu Amerika Serikat Dibuat Marah oleh Donald Trump
"Harapan investor terhadap inflasi yang menurun dibayangi oleh ketegangan perang dagang yang sedang berlangsung," tutur Greg Bassuk.
Demo Ewf
Demo Equityworld
Tidak ada komentar:
Posting Komentar