Equity World | FOMC Dimulai: Yield Obligasi AS Naik, Wall Street Tersungkur
Equity World | Pasar saham AS jatuh pada pembukaan perdagangan Selasa (20/9) pagi waktu New York karena investor masih waswas menantikan keputusan kebijakan The Fed. Sementara itu, imbal hasil Treasury 10-tahun AS terus merangkak naik, setelah mencapai level tertinggi dalam satu dekade pada hari Senin (19/9) kemarin.
Sekitar 20 menit pasca pasar dibuka, Dow Jones Industrial Average turun 350 poin, atau 1,13%. Sedangkan dua indeks utama Wall Street lain yakni S&P 500 dan indeks padat teknologi NASDAQ masing-masing turun 1,01% dan 1,23%.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memulai pertemuan September pada hari Selasa, di mana para pejabat sentral diperkirakan akan mengumumkan kenaikan suku bunga 75 bps pada hari Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari waktu Indonesia.
Pasar saham AS telah jatuh dalam beberapa pekan terakhir karena komentar dari Ketua Fed Jerome Powell dan laporan indeks harga konsumen atau inflasi Agustus yang urung mendingin menyebabkan para pedagang dan investor bersiap untuk kenaikan suku bunga ke tingkat yang lebih tinggi sampai inflasi dapat dikendalikan.
Sementara itu di pasar obligasi, imbal hasil terus melonjak ke level tertinggi baru multi-tahun. Imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik menjadi 3,573% dari sebelumnya 3,489% pada hari Senin, tertinggi sejak April 2011. Imbal hasil dua tahun, yang terkait erat dengan ekspektasi kebijakan moneter, terdorong ke 3,975% dari 3,946%, tertinggi sejak Oktober 2007.
Dilansir CNBC Internasional, analis Goldman Sachs Dominic Wilson mengatakan jika Fed menginginkan tingkat pengangguran yang lebih tinggi agar yakin inflasi akan turun, maka S&P 500 perlu diperdagangkan dalam kisaran 2900 hingga 3375 dan imbal hasil 5 tahun antara 4,5-5,4%.
Selama sesi perdagangan yang bergejolak hari Senin kemarin, Wall Street dibuka terkoreksi, tetapi akhirnya ditutup naik dan menghentikan penurunan beruntun dua hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar