PT Equityworld | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meroket 4% sepanjang pekan lalu ke 6.481,769, yang merupakan level tertinggi sejak pertengahan Januari lalu. Selain itu IHSG juga membukukan penguatan 4 pekan beruntun, sehingga ada risiko koreksi akibat profit taking pada perdagangan Senin (11/10).

Selain itu. Bursa saham Amerika Serikat (AS) yang melemah pada hari Jumat lalu tentunya memberikan sentimen negatif ke pasar Asia hari ini.

Harga Emas Hari Ini, Senin 11 Oktober 2021, Sentimen Tapering Memudar | PT Equityworld

Melemahnya Wall Street yang merupakan kiblat bursa saham dunia terjadi setelah rilis data tenaga kerja AS, yang memicu kecemasan akan terjadinya stagflasi, atau pertumbuhan ekonomi rendah dengan tingkat inflasi yang tinggi.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan sepanjang bulan September perekonomian Negeri Paman Sam mampu menyerap 194.000 tenaga kerja di luar sektor pertanian (non-farm payrolls/NFP) sangat jauh di bawah prediksi pasar sebanyak 490.000 tenaga kerja.

Tetapi di sisi lain, rata-rata upah per jam menunjukkan peningkatan 0,6% dari bulan sebelumnya.

Sementara jika dilihat dari September 2020, terjadi peningkatan sebesar 4,6%. Dalam 6 bulan terakhir, rata-rata upah per jam menunjukkan kenaikan 6% year-on-year (YoY).

Kenaikan upah tersebut membuat inflasi diprediksi masih akan tinggi dalam waktu yang lebih panjang, tetapi dengan NFP yang mengecewakan bisa menjadi sinyal pemulihan ekonomi AS mengalami pelambatan.

Ketika Amerika Serikat mengalami stagflasi, tentunya akan berdampak ke negara-negara lainnya, mengingat Paman Sam merupakan raksasa ekonomi dunia.

Secara teknikal, setelah menembus batas atas pola Rectangle, IHSG terus melesat. Jika dilihat sejak awal Juni, IHSG membentuk pola Rectangle, dengan batas atas di kisaran 6.140 dan batas bawah di kisaran 5.940, atau sebesar 200 poin.

Ketika batas atas pola Rectangle tersebut ditembus, target penguatan IHSG sebesar 200 poin. Tetapi saat ini IHSG sudah jauh melesat target tersebut, sehingga ada risiko koreksi pada hari ini.

Apalagi melihat indikator Stochastic pada grafik harian dan grafik 1 jam sudah berada di wilayah jenuh beli overbought.

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Resisten terdekat berada di kisaran 6.500 hingga 6.510 yang berada di kisaran level tertinggi tahun ini. Selama tertahan di bawahnya, IHSG berisiko mengalami koreksi ke 6.450. Jika level tersebut ditembus, IHSG berisiko turun menuju 6.400.

Sementara itu jika resisten ditembus, IHSG berpeluang menguat ke 6.540.


This free site is ad-supported. Learn more