PT Equity World | Nih, 'Ramalan' Harga Emas Pekan Ini! Bisa Cuan, Bosque…

PT Equity World | Pekan ini, harga emas dunia diperkirakan bergerak naik. Berapa target yang realistis buat investor?

Pada Senin (26/7/2021) pukul 13:24 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.805/troy ons. Naik 0,2% dari hari sebelumnya.

Franky Nangoy, Senior Market Strategist Fullerton Research, memperkirakan tren kenaikan harga emas masih akan berlanjut pekan ini. Dia memperkirakan harga akan bergerak di kisaran US$ 1.789-1.830/troy ons.

"Emas sedang tertahan di area US$ 1.794-1.825/troy ons, dengan sedikit tembusan di US$ 1.789/troy ons dan Us$ 1.830/troy ons dalam dua minggu terakhir. Harga masih 'setia' di batas area support US$ 1.784/troy ons hingga US$ 1.893/troy ons, yang menyebabkan potensi masih mungkin menuju area yang lebih tinggi," papar Franky dalam risetnya.

Wall Street mencatat rekor baru lagi pada Senin (26/7) | PT Equity World

Menurut Franky, sentimen yang akan menggerakkan harga sang logam mulia adalah rapat bulanan bank sentral Amerika Serikat (AS). Hasil rapat akan diumumkan pada Kamis dini hari waktu Indonesia.

Mengutip CME FedWatch, probabilitas suku bunga acuan bertahan di 0-0,25% adalah 100%. Tidak ada ruang sama sekali untuk perubahan.

Namun, pelaku pasar memperkirakan The Federal Reserve/The Fed akan sedikit hawkish. Commonwealth Bank of Australia (CBA), misalnya, memproyeksikan The Fed akan lebih berani bersikap terhadap fenomena percepatan laju inflasi di Negeri Paman Sam.

"Kami memperkirakan The Fed akan menghilangkah kata 'substansial' dalam kalimat 'perbaikan yang substansial' soal perubahan arah kebijakan moneter. Menghilangkan kata 'substansial' berarti The Fed semakin yakin bahwa dalam waktu dekat sudah saatnya untuk mengurangi besaran pembelian surat berharga (quantitatite easing)," sebut Joseph Capurso, Strategist di CBA, seperti dikutip dari risetnya.

Jika 'ramalan' pasar itu terbukti, maka mata uang dolar AS akan diuntungkan. Pengurangan 'dosis' quantitative easing akan menurunkan pasokan dolar AS di pasar, sehingga nilai tukarya menguat.

Nah, emas dan dolar AS punya hubungan yang berbanding terbalik. Saat dolar AS menguat, maka harga emas akan melemah.

Ini karena emas adalah komoditas yang dibanderol dengan dolar AS. Saat dolar AS terapresiasi, maka emas jadi mahal buat investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas akan turun, harga pun mengikuti.

Namun sebelum rapat The Fed, harga emas masih berpeluang naik. Franky memperkirakan harga bergerak di kisaran US$ 1.814-1.825/troy ons.

"Jika The Fed kemudian menunjukkan sikap positif sehingga dolar AS menguat, maka ada risiko harga emas menuju kembali ke area support di US$ 1.784/troy ons, dan bukan tidak mungkin menembus hingga US$ 1.763/troy ons. Namun jika ternyata The Fed terdengar biasa saja, maka area US$ 1.789-1.830/troy ons masih menjadi area konsolidasi emas," jelas Franky.


This free site is ad-supported. Learn more