Equityworld Futures | Reli Wall Street Mulai Redup, Bursa Asia Kompak Melemah
Equityworld Futures | Bursa saham Asia bergerak melemah pada Rabu (22/10/2025), seiring dengan tanda-tanda kelelahan reli di pasar Amerika Serikat.
Equityworld Futures | Harga Emas Hancur Lebur! Ambruk 5% Sehari, Rekor Terburuk 5 Tahun
Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix Jepang terpantau melemah 0,10% ke level 3.246,23, sementara indeks Kospi Korea Selatan turun 0,12% pada 3.819,17.
Selanjutnya, indeks S&P/ASX 200 Australia tercatat turun 0,85% pada level 9.017,30, diikuti kontrak berjangka indeks saham Hong Kong.
Di sisi lain, kontrak berjangka saham AS sedikit terkoreksi setelah indeks S&P 500 ditutup nyaris stagnan pada perdagangan Selasa waktu setempat.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasuries) naik, sedangkan indeks dolar bergerak datar.
Pasar saham global terpantau masih stabil dibandingkan oleh pergerakan harga komoditas seperti emas yang anjlok karena aksi ambil untung oleh para investor. Stabilitas pasar saham ditopang oleh laporan kinerja keuangan korporasi AS yang secara umum masih solid.
Menurut laporan Barclays Plc, meski terdapat aksi pengurangan risiko akibat kekhawatiran terhadap perdagangan dan kredit, eksposur saham di kalangan hedge fund makro global dan strategi investasi jangka panjang (long-only) masih berada pada level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.
"Dalam jangka pendek, kami memperkirakan pasar saham akan mengalami konsolidasi atau koreksi dalam beberapa pekan ke depan," ujar Craig Johnson dari Piper Sandler.
Dia menilai koreksi tersebut sebagai hal yang sehat dan diperlukan. Di tengah penutupan pemerintahan AS (government shutdown) yang menimbulkan kekosongan data ekonomi, pelemahan di pasar saham sejauh ini bersifat sementara karena investor justru memanfaatkan kondisi itu untuk menambah eksposur risiko di portofolio mereka.
Penutupan tersebut juga berdampak pada pasar komoditas, lantaran para pelaku kehilangan salah satu instrumen penting, laporan mingguan dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC), yang biasanya menunjukkan posisi hedge fund dan manajer investasi lainnya di kontrak berjangka emas dan perak AS.
Analis ANZ Group Holdings Ltd., Brian Martin dan Daniel Hynes, dalam catatan risetnya memperkirakan posisi tersebut telah meningkat ke level yang cukup besar dan akhirnya memicu aksi jual. "Meski terjadi koreksi, kami menilai faktor pendorong jangka panjang masih tetap kuat dan akan menopang harga," jelasnya.
Demo Ewf
Demo Equityworld
Tidak ada komentar:
Posting Komentar