Equityworld Futures | Bitcoin Tembus US$100.000, Bagimana Nasib Emas?
Equityworld Futures | Harga emas turun pada Kamis karena imbal hasil Treasury AS menguat dan Bitcoin mencapai US$100.000 per coin. Sementara pasar menunggu data non-farm payrolls AS untuk mendapatkan wawasan baru terkait sikap Federal Reserve terhadap pemotongan suku bunga.
Equityworld Futures | Harga Emas Melemah Tersengat Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS
Berdasarkan data Refinitiv harga emas dunia di pasar spot pada Kamis (5/12/2024) ditutup di US$2.630,96 per troy ons, melemah 0,71% dari posisi sebelumnya. Sementara pada awal perdagangan hari ini, Jumat (6/12/2024) pukul 5.55 WIB harga emas tercatat US$2.631,81 per troy ons, naik 0,03% dari posisi sebelumnya.
"Kita sedang berada di periode stagnasi, dengan aktivitas yang terbatas dalam rentang tertentu, mencari data atau stimulus berikutnya yang dapat mendorong emas keluar dari rentang ini," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Jumlah warga AS yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran meningkat secara moderat minggu lalu, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja terus mendingin secara perlahan.
Fokus investor kini beralih ke laporan non-farm payrolls (NFP) AS pada Jumat, yang diperkirakan akan bertambah 200.000 pekerjaan pada bulan November, setelah hanya naik 12.000 pekerjaan pada Oktober. Data ini diharapkan memberikan kejelasan lebih lanjut tentang jalur suku bunga ke depan.
"Angka NFP yang kuat sebenarnya sudah lebih atau kurang diperhitungkan, tetapi jika laporan menunjukkan kelemahan, ini bisa memberikan dukungan tambahan untuk harga emas," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.
Ketua The Fed, Jerome Powell, pada Rabu mengatakan bahwa ekonomi AS lebih kuat dari yang diperkirakan, dan mengisyaratkan pendekatan yang lebih hati-hati terhadap pemotongan suku bunga.
Para pedagang memperkirakan peluang sebesar 70% untuk pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Fed tanggal 17-18 Desember mendatang. Emas batangan, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun naik tipis 0,3%, sementara Bitcoin melonjak di atas U$100.000 untuk pertama kalinya pada Kamis.
Posisi emas sebagai aset terbesar di dunia semakin terancam oleh kehadiran Bitcoin. Hal ini disampaikan Chairman bank sentral Amerika Serikat (AS) Jerome Powell pada dini hari Kamis (5/12/2024).
Dilansir dari cryptobriefing.com, Powell berbicara di New York Times DealBook Summit dan membahas Bitcoin sebagai pesaing emas, bukan dolar AS.
"Orang-orang menggunakan Bitcoin sebagai aset spekulatif. Itu seperti emas, persis seperti emas, hanya saja itu virtual, digital," kata Powell. "Orang-orang tidak menggunakannya sebagai alat pembayaran atau penyimpan nilai. Itu sangat volatil. Itu bukan pesaing dolar; itu sebenarnya pesaing emas."
Sebagai informasi, dikutip dari companiesmarketcap.com, aset dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia masih ditempati oleh emas dengan US$17,959 triliun. Sementara Bitcoin berada di posisi ketujuh dengan kapitalisasi pasar US$1,954 triliun (1 BTC = US$98.743).
Demo Ewf
Demo Equityworld
Tidak ada komentar:
Posting Komentar