Equity World | Harga emas menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi), rebound dari level terendah lima minggu di sesi sebelumnya didorong oleh dolar yang lebih lemah. Tetapi kenaikannya dibatasi karena data penjualan ritel yang lebih kuat dan tanda-tanda inflasi panas di Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve (Fed).
Equity World | Wall Street Melemah Tajam, Data Tenaga Kerja Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terangkat US$ 6,50 atau 0,35% menjadi ditutup pada 1.851,80 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi di 1.854,90 dolar AS dan terendah di 1.836,60 dolar AS.
Emas berjangka anjlok 20,10 dolar AS atau 1,08% menjadi 1.845,30 dolar AS pada Rabu (15/2), setelah terdongkrak 1,90 dolar AS atau 0,10% menjadi 1.865,40 dolar AS pada Selasa (14/2), dan merosot 11 dolar AS atau 0,59% menjadi 1.863,50 dolar AS pada Senin (13/2).
Dolar AS melemah pada perdagangan Kamis (16/2) karena pelaku pasar mencerna data ekonomi yang baru dirilis dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,03% menjadi 103,878.
Logam kuning ini turun tajam pada Rabu setelah data menunjukkan penjualan ritel AS tumbuh lebih kuat dari yang diharapkan pada Januari 2023. Data tersebut, ditambah dengan pembacaan inflasi yang lebih panas dari harapan untuk bulan tersebut, memicu kekhawatiran inflasi akan tetap kaku. Ini juga memberikan Fed lebih banyak dorongan untuk terus menaikkan suku bunga tahun ini.
Prospek kenaikan suku bunga menjadi pertanda buruk bagi emas dan rekan-rekannya yang tidak memberikan imbal hasil (yield), karena peluang kerugian untuk memegang aset semacam itu meningkat.
Data ekonomi yang dirilis pada Kamis (16/2) bervariasi. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga produsen (PPI) AS untuk permintaan akhir rebound 0,7% pada Januari 2023, kenaikan terbesar sejak Juni 2022, setelah turun 0,2% pada Desember 2022.
Departemen Tenaga Kerja AS lebih lanjut melaporkan klaim pengangguran awal AS turun 1.000 menjadi 194.000 dalam pekan yang berakhir 11 Februari 2023. Ini adalah minggu kelima berturut-turut klaim berada di bawah 200.000.
Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan izin bangunan AS yang disetujui pada Januari tahun ini naik 0,1% dari bulan sebelumnya menjadi 1,339 juta unit.
Sementara itu, dikutip dari Xinhua, Federal Reserve Philadelphia pada Kamis mengatakan ukuran aktivitas bisnis regionalnya turun menjadi negatif 24,3 pada Februari dari negatif 8,9 pada bulan sebelumnya. Ini adalah level terendah sejak pandemi Covid-19 terburuk pada Mei 2020.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 13,8 sen atau 0,64%, menjadi menetap pada 21,71 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat 13,20 dolar atau 1,44% menjadi ditutup pada 931 dolar AS per ounce.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar