PT EQUITYWORLD FUTURES

PT. Equityworld Futures merupakan salah satu anggota Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) yang resmi berdiri pada tahun 2005. Perusahaan telah berkembang pesat seiring meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di produk-produk finansial.

Kamis, 01 Desember 2022

[New post] Equity World | Salip Jepang! Negara Asia Ini Calon Ekonomi Terbesar 3 Bumi

Site logo image csequityjakarta posted: " Equity World | Salip Jepang! Negara Asia Ini Calon Ekonomi Terbesar 3 Bumi Equity World | India diramalkan bakal menjadi kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia pada 2030, membuntuti dua negara adidaya, yakni Amerika Serikat (AS) dan China. Equit" equityworldfuturesssc.wordpress.com

Equity World | Salip Jepang! Negara Asia Ini Calon Ekonomi Terbesar 3 Bumi

csequityjakarta

Dec 2

Equity World | Salip Jepang! Negara Asia Ini Calon Ekonomi Terbesar 3 Bumi

Equity World | India diramalkan bakal menjadi kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia pada 2030, membuntuti dua negara adidaya, yakni Amerika Serikat (AS) dan China.

Equity World | IHSG Ambles, Dua Saham Ini Jadi Pemberatnya

Proyeksi tersebut diungkapkan oleh S&P Global dan Morgan Stanley, di mana S&P mengacu pada pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang akan mencapai rata-rata 6,3% hingga 2030. Adapun Morgan Stanley memperkirakan PDB India kemungkinan meningkat lebih dari dua kali lipat hingga 2031.

Dengan demikian, India akan melampaui negara-negara dengan ekonomi terbesar lainnya, seperti Jepang, Jerman, dan Inggris.

"India memiliki kondisi untuk ledakan ekonomi yang didorong oleh offshoring, investasi di bidang manufaktur, transisi energi, dan infrastruktur digital negara yang maju," tulis analis Morgan Stanley yang dipimpin oleh Ridham Desai dan Girish Acchipalia dalam laporan tersebut, dikutip CNBC International, Kamis (1/12/2022).

"India memiliki kondisi untuk ledakan ekonomi yang didorong oleh offshoring, investasi di bidang manufaktur, transisi energi, dan infrastruktur digital negara yang maju," tulis analis Morgan Stanley yang dipimpin oleh Ridham Desai dan Girish Acchipalia dalam laporan tersebut, dikutip CNBC International, Kamis (1/12/2022).

Pusat Manufaktur

Menurut S&, ada fokus yang jelas dari pemerintah India untuk menjadi hub bagi investor asing serta penggerak sektor manufaktur, dan kendaraan utama mereka untuk melakukannya adalah melalui Skema Insentif Terkait Produksi (PLIS).

Apa yang disebut PLIS, yang diperkenalkan pada 2020, menawarkan insentif kepada investor domestik dan asing dalam bentuk potongan pajak dan izin, di antara stimulus lainnya.

"Sangat mungkin pemerintah mengandalkan PLIS sebagai alat untuk membuat ekonomi India lebih didorong oleh ekspor dan lebih saling terkait dalam rantai pasokan global," tulis analis S&P.

Dengan cara yang sama, Morgan Stanley memperkirakan bahwa pangsa manufaktur India terhadap PDB akan naik dari 15,6% PDB saat ini menjadi 21% pada tahun 2031, yang menyiratkan bahwa pendapatan manufaktur dapat meningkat tiga kali lipat dari saat ini senilai US$ 447 miliar menjadi sekitar US$ 1,49 triliun.

"Perusahaan multinasional lebih optimistis dari sebelumnya untuk berinvestasi di India… dan pemerintah mendorong investasi dengan membangun infrastruktur dan menyediakan lahan untuk pabrik," kata Morgan Stanley.

"Keuntungan India [termasuk] tenaga kerja berbiaya rendah yang berlimpah, biaya manufaktur yang rendah, keterbukaan terhadap investasi, kebijakan yang ramah bisnis, dan demografi muda dengan kecenderungan konsumsi yang kuat," kata Sumedha Dasgupta, analis senior dari Economist Intelligence Unit.

Faktor-faktor ini menjadikan India pilihan yang menarik untuk mendirikan pusat manufaktur hingga akhir dekade ini, katanya.

Faktor Risiko

Sama seperti proyeksi lainnya, Morgan Stanley menyatakan ada faktor risiko, termasuk resesi global yang berkepanjangan. Pasalnya, India adalah ekonomi yang sangat bergantung pada perdagangan dengan hampir 20% dari produksi dalam negerinya diekspor.

Faktor risiko lain yang dikutip oleh bank investasi AS termasuk pasokan tenaga kerja terampil, peristiwa geopolitik yang merugikan, dan kesalahan kebijakan yang mungkin timbul dari pemungutan suara di "pemerintahan yang lebih lemah".

Adapun, Kementerian Keuangan India sebelumnya mengtatakan perlambatan global dapat mengurangi prospek bisnis ekspor India.

Sementara itu, meskipun PDB India secara agregat sudah di atas level sebelum pandemi Covid-19, pertumbuhan ke depan diprediksi akan jauh lebih lemah. dibandingkan dengan kuartal sebelumnya,

"PDB riil sekarang 8% di atas tingkat sebelum Covid dalam hal tingkat pertumbuhan … tetapi dalam pandangan ke depan, ada hambatan dari kondisi keuangan sisi global," kata Sonal Varma, kepala ekonom Nomura.

Comment
Tip icon image You can also reply to this email to leave a comment.

Unsubscribe to no longer receive posts from equityworldfuturesssc.wordpress.com.
Change your email settings at manage subscriptions.

Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser:
https://equityworldfuturesssc.wordpress.com/2022/12/02/equity-world-salip-jepang-negara-asia-ini-calon-ekonomi-terbesar-3-bumi/

Powered by WordPress.com
Download on the App Store Get it on Google Play
Diposting oleh EquityWorld Futures Jakarta di 17.45
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Foto saya
EquityWorld Futures Jakarta
Perusahaan pialang berjangka dibawah naungan BAPPEPTI yang bergerak di komoditi emas dan index saham.
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2026 (17)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (12)
  • ►  2025 (210)
    • ►  Desember (19)
    • ►  November (17)
    • ►  Oktober (22)
    • ►  September (23)
    • ►  Agustus (19)
    • ►  Juli (21)
    • ►  Juni (14)
    • ►  Mei (16)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (18)
    • ►  Februari (15)
    • ►  Januari (14)
  • ►  2024 (134)
    • ►  Desember (17)
    • ►  November (14)
    • ►  Oktober (14)
    • ►  September (3)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (14)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (13)
    • ►  Februari (13)
    • ►  Januari (18)
  • ►  2023 (213)
    • ►  Desember (16)
    • ►  November (23)
    • ►  Oktober (19)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (17)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (21)
    • ►  Mei (24)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (21)
    • ►  Februari (22)
    • ►  Januari (24)
  • ▼  2022 (359)
    • ▼  Desember (22)
      • [New post] Equity World | Sambut Pergantian Tahun,...
      • [New post] Equity World | Pasar Saham Asia-Pasifik...
      • [New post] Equity World | Investor Menimbang Prosp...
      • [New post] Equity World | Meski Minim Sentimen, Bu...
      • [New post] Equity World | Hore, IHSG Dibuka Mengua...
      • [New post] Equity World | Harga Emas Dunia Hari In...
      • [New post] Equity World | Wall Street Ditutup Mele...
      • [New post] Equity World | Harga Emas Spot Ditutup ...
      • [New post] Equity World | Bursa Asia Beragam Jelan...
      • [New post] Equity World | Bursa Asia Bergejolak di...
      • [New post] Equity World | Saham Asia Pasifik Dibuk...
      • [New post] Equity World | Wall Street Tertekan Usa...
      • [New post] Equity World | Cuan… Cuan… Cuan! Harga ...
      • [New post] Equity World | Investor Menanti Rilis D...
      • [New post] Equity World | Pekan Penentuan! Harga E...
      • [New post] Equity World | Harga Emas Naik Jelang R...
      • [New post] Equity World | Naik Lagi, Harga Emas Me...
      • [New post] Equity World | Usai Terjun Bebas, Harga...
      • [New post] Equity World | Data Ekonomi AS yang Leb...
      • [New post] Equity World | Investor Harap-Harap Cem...
      • [New post] Equity World | Aksi Borong Emas Dimulai...
      • [New post] Equity World | Salip Jepang! Negara Asi...
    • ►  November (22)
    • ►  Oktober (30)
    • ►  September (20)
    • ►  Agustus (22)
    • ►  Juli (34)
    • ►  Juni (34)
    • ►  Mei (33)
    • ►  April (37)
    • ►  Maret (37)
    • ►  Februari (33)
    • ►  Januari (35)
  • ►  2021 (387)
    • ►  Desember (39)
    • ►  November (44)
    • ►  Oktober (39)
    • ►  September (42)
    • ►  Agustus (39)
    • ►  Juli (36)
    • ►  Juni (43)
    • ►  Mei (29)
    • ►  April (25)
    • ►  Maret (28)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (9)
  • ►  2020 (424)
    • ►  Desember (18)
    • ►  November (36)
    • ►  Oktober (39)
    • ►  September (31)
    • ►  Agustus (40)
    • ►  Juli (38)
    • ►  Juni (40)
    • ►  Mei (33)
    • ►  April (38)
    • ►  Maret (39)
    • ►  Februari (35)
    • ►  Januari (37)
  • ►  2019 (88)
    • ►  Desember (41)
    • ►  November (47)
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.