| Equityworld Futures | Pasar saham AS menguat pada Kamis atau Jumat (23/1/2026) WIB. Wall Street melanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya setelah meredanya kekhawatiran geopolitik, yang memicu reli di pasar. | | Indeks Dow Jones Industrial Average naik 306,78 poin atau 0,63% dan ditutup di level 49.384,01. Indeks S&P 500 naik 0,55% dan berakhir di 6.913,35. Nasdaq Composite menguat 0,91% dan ditutup di 23.436,02, didukung oleh kenaikan saham Nvidia, Microsoft, dan Meta Platforms. | | Indeks-indeks utama tersebut menutup perdagangan di bawah level tertinggi sesi. Pada satu titik, Dow sempat melonjak 530 poin atau 1,1%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 0,9% dan 1,2%. | | Meski Dow mencatatkan kenaikan tipis sepanjang pekan ini, dua indeks utama AS lainnya masih berada di jalur kinerja mingguan negatif. Hingga saat ini, S&P 500 turun 0,4% dan Nasdaq melemah 0,3% secara mingguan. | | Indeks saham utama AS melonjak pada Rabu setelah Trump mengatakan ia tidak lagi akan memberlakukan tarif baru atas impor dari delapan negara Eropa yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari, serta mengumumkan tercapainya kesepakatan "framework" terkait Greenland. | | Trump, yang dalam beberapa pekan terakhir gencar mendorong kendali AS atas Greenland, mengatakan di Truth Social pada Rabu bahwa dirinya dan Sekjen NATO Mark Rutte telah "membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland." | | Dalam wawancara dengan CNBC, Trump mengatakan sudah memiliki konsep sebuah kesepakatan dengan pulau Arktik tersebut, walaupun tidak menjelaskan secara rinci. | | "Jika Anda melihat lebih dalam di bawah permukaan pasar, di luar dari S&P 500 yang sangat didominasi oleh 'Magnificent Seven' dan saham-saham mega-cap di puncak indeks, terlihat bahwa pasar seolah tidak melewatkan dinamika yang ada," kata Eric Parnell, kepala strategi pasar di Great Valley Advisor Group, dalam wawancara dengan CNBC. | | Saham-saham sebenarnya telah menguat setelah presiden AS sebelumnya mengatakan dalam pidato di WEF di Davos, Swiss, bahwa ia tidak akan bergerak untuk mengakuisisi Greenland dengan kekerasan. S&P 500, Dow, dan Nasdaq semuanya naik lebih dari 1% pada Rabu. Indeks Russell 2000 yang berisi saham berkapitalisasi kecil melonjak sekitar 2% dan mencetak rekor penutupan tertinggi. | | Hal tersebut menandai pembalikan signifikan dari kondisi Selasa, ketika ancaman tarif Trump memicu aksi "jual Amerika," di mana saham AS dan dolar AS tertekan sementara imbal hasil obligasi pemerintah melonjak. | | "Sering kali, kata-kata yang keluar dari Gedung Putih merupakan bagian dari negosiasi yang lebih besar, dan ada hasil tertentu yang sedang diupayakan. Jadi semua kebisingan yang terjadi di tengah proses tersebut, lebih sering daripada tidak, justru berakhir menjadi peluang beli," tambah Parnell. "Fundamental yang mendasari pasar tetap kuat." | | Meski sentimen membaik setelah pengumuman kerangka kesepakatan, situasinya tampak masih jauh dari selesai. Pada Kamis, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menilai pembahasan Trump mengenai keamanan Arktik dengan Rutte sebagai sesuatu yang "baik dan wajar" dan mengatakan negaranya siap melakukan pembicaraan dengan AS mengenai rencana pertahanan rudal Golden Dome. Namun, ia menegaskan bahwa kedaulatan adalah hal yang tidak dapat dinegosiasikan. | | "Kerajaan Denmark ingin terus terlibat dalam dialog konstruktif dengan para sekutu mengenai bagaimana kita dapat memperkuat keamanan di Arktik, termasuk Golden Dome AS, selama hal tersebut dilakukan dengan menghormati integritas teritorial kami," kata Frederiksen. | | | | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar