Equityworld Futures | Wall Street Tak Terbendung, Cetak Rekor Tiga Hari Beruntun
Equityworld Futures | Bursa saham Amerika Serikat kembali mencetak rekor penutupan tertinggi untuk sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan Senin (22/9/2025) waktu setempat di tengah sikap pasar yang mencerna komentar sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed)
Equityworld Futures | Sejarah Lagi! Harga Emas Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Berdasarkan data Reuters pada Selasa (23/9/2025) indeks S&P 500 naik 29,58 poin atau 0,44% menjadi 6.693,96. Nasdaq Composite ditutup menguat 156,04 poin atau 0,69% ke level 22.786,71. Adapun Dow Jones Industrial Average bertambah 70,65 poin atau 0,15% ke 46.385,92.
Kenaikan indeks juga ditopang oleh reli saham Nvidia Corp. usai mengumumkan rencana investasi jumbo ke OpenAI. Selain itu, saham Apple Inc. juga melesat setelah Wedbush menaikkan target harga saham perusahaan tersebut seiring kuatnya permintaan iPhone 17.
Dari sisi kebijakan moneter, sejumlah pejabat Federal Reserve meragukan perlunya pemangkasan suku bunga lanjutan. Pekan lalu, bank sentral AS memangkas bunga acuan 25 basis poin dan memberi sinyal akan ada pemangkasan tambahan pada pertemuan mendatang.
Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem dan Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic menyatakan pemangkasan 25 bps sudah tepat untuk mengantisipasi risiko kenaikan pengangguran, namun penurunan inflasi tetap menjadi prioritas.
Sementara itu, Gubernur The Fed Stephen Miran, yang sebelumnya menolak keputusan pemangkasan 25 bps karena menganggap 50 bps lebih tepat, menegaskan kebijakan moneter AS saat ini sudah berada di wilayah yang sangat restriktif.
Oliver Pursche, Senior VP dan Advisor Wealthspire Advisors menjelaskan, pasar seolah mengabaikan potensi hambatan. Dia menyebut perlunya katalis baru agar saham bisa naik lebih tinggi secara signifikan.
Dia menambahkan, valuasi pasar saat ini sudah cukup mahal sehingga pihaknya mengingatkan klien untuk berhati-hati meski indeks berada di level tertinggi sepanjang masa. Di sisi lain, investor juga mencermati kebijakan baru Presiden AS Donald Trump terkait kenaikan biaya visa pekerja asing yang menuai kritik dari kalangan eksekutif teknologi hingga warganet.
Saham Kenvue Inc. anjlok setelah beredar kabar Trump akan menyampaikan pengumuman resmi yang mengaitkan penggunaan obat pereda nyeri Tylenol dengan risiko autisme saat kehamilan. Klaim ini banyak ditentang oleh kalangan medis.
Demo Ewf
Demo Equityworld
Tidak ada komentar:
Posting Komentar