Equityworld Futures | Wall Street Menguat, Investor Cermati Kondisi Berbagai Negara Termasuk Indonesia
Equityworld Futures | Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menguat pada perdagangan Senin (8/9). Pasar berharap akan adanya pemotongan suku bunga acuan oleh Federal Reserve.
Equityworld Futures | Sejarah Dunia: Harga Emas Tembus Level Baru US$ 3.600: Pesta Lagi!
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI), ditutup naik 114,09 poin, atau 0,25 persen, menjadi 45.514,95, S&P 500 (.SPX), naik 13,65 poin, atau 0,21 persen, menjadi 6.495,15 dan Nasdaq Composite (.IXIC), naik 98,31 poin, atau 0,45 persen, menjadi 21.798,70, penutupan tertinggi.
Para investor AS fokus pada prospek kebijakan moneter yang lebih longgar, setelah data tenaga kerja AS Agustus yang dirilis pada Jumat (5/9) terpantau lebih lemah dari perkiraan dan memperkuat kasus pemotongan suku bunga Federal Reserve bulan ini.
"Pasar cenderung mengabaikan beberapa data ekonomi yang lemah karena kemungkinan besar ini berarti The Fed akan memiliki lebih banyak ruang untuk memangkas suku bunga tahun ini," kata Kepala Strategi Pasar Ameriprise, Anthony Saglimbene dikutip dari Reuters, Selasa (9/9).
Selain itu, investor di seluruh dunia berfokus dengan ketidakpastian politik di berbagai negara, mulai dari Jepang dan Indonesia hingga Prancis dan Argentina.
Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba mengundurkan diri pada Minggu (7/9), mengawali periode ketidakpastian yang berpotensi panjang di saat yang tidak menentu bagi ekonomi terbesar keempat di dunia, yang mendorong yen melemah terhadap dolar.
Dan di Indonesia, saham (.JKSE), menyerahkan keuntungan awal hingga ditutup turun lebih dari 1 persen, sementara rupiah menguat setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati diganti dalam reshuffle kabinet.
Kemudian kekalahan telak partai berkuasa Presiden Argentina Javier Milei dalam pemilu di provinsi Buenos Aires menyebabkan nilai peso Argentina mencapai rekor terendah.
Dalam mata uang, dolar AS melanjutkan penurunannya pada Jumat setelah laporan pekerjaan memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga, sementara yen melemah secara luas setelah berita politik Jepang.
Indeks dolar, turun 0,42 persen menjadi 97,46. Euro menguat 0,36 persen terhadap dolar AS menjadi USD 1,1759, meskipun terhadap yen Jepang, dolar menguat 0,04 persen menjadi 147,44.
Poundsterling menguat 0,29 persen menjadi USD 1,3545 sementara dolar Kanada menguat 0,17 persen terhadap dolar AS menjadi C$1,38 dan crown Swedia menguat 0,75 persen terhadap dolar AS.
"Pelemahan dolar terhadap sebagian besar mata uang dunia mendorong imbal hasil indeks saham asing," kata Chief Investment Officer di Cet era Investment Management di AS, Gene Goldman.
Sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS menurun seiring penurunan dolar karena prospek suku bunga yang lebih rendah.
Dalam Obligasi Negara AS, prospek pemotongan suku bunga dan optimisme bahwa data inflasi AS yang akan dirilis akhir minggu ini akan baik. Kondisi ini mendorong turun imbal hasil untuk hari keempat berturut-turut, ke level terendah sejak April.
Hasil pada obligasi acuan AS 10 tahun turun 3,9 basis poin menjadi 4,047 persen, dari 4,086 persen pada Jumat sore, sementara hasil obligasi 30 tahun turun 7,7 basis poin menjadi 4,697 persen dari 4,774 persen.
Hasil obligasi 2 tahun, yang biasanya bergerak sejalan dengan ekspektasi suku bunga Federal Reserve, turun 1 basis poin menjadi 3,497 persen, dari 3,507 persen.
Harga minyak kembali mengalami penurunan setelah minggu lalu, setelah kenaikan produksi OPEC+ dianggap moderat dan karena kekhawatiran atas kemungkinan sanksi lebih lanjut terhadap minyak mentah Rusia.
Minyak mentah AS ditutup naik 0,63 persen, atau 39 sen, pada USD 62,26 per barel dan Brent berakhir pada USD 66,02 per barel, naik 0,79 persen atau 52 sen pada hari itu.
Emas melonjak melewati USD 3.600 per ons untuk pertama kalinya pada hari Senin, karena data tenaga kerja AS yang lemah memperkuat ekspektasi bahwa Fed akan memangkas suku bunga.
Harga emas spot naik 1,37 persen menjadi USD 3.635,26 per ons. Harga emas berjangka AS naik 0,66 persen menjadi USD 3.637,10 per ons.
Demo Ewf
Demo Equityworld