Equityworld Futures | Pasar Saham Global Bergerak Variatif saat Wall Street Libur
Equityworld Futures | Libur pada pasar saham Amerika Serikat membuat bursa global bergerak variatif pada Senin (1/9/2025) waktu setempat, dengan saham teknologi China melonjak sementara pasar Eropa naik tipis.
Equityworld Futures | Harga Emas Meroket, Tembus Level Kunci
Melansir Reuters pada Selasa (2/9/2025) indeks acuan Eropa STOXX 600 tercatat menguat tipis 0,1%, setelah sentimen awal dari data manufaktur yang lebih baik memudar.
Sementara itu, aksi beli lebih semarak di Asia, dipimpin oleh saham raksasa teknologi China Alibaba di Hong Kong yang melonjak 18,5% usai melaporkan lonjakan pendapatan bisnis cloud berkat dorongan kecerdasan buatan (AI). Kontrak berjangka saham AS juga tercatat naik tipis.
Sepanjang pekan ini, perhatian investor akan tertuju pada rilis data ekonomi AS, mulai dari survei manufaktur, jasa, hingga laporan tenaga kerja yang berpuncak pada data payrolls Agustus pada Jumat.
Konsensus median memperkirakan penciptaan 75.000 lapangan kerja, meski estimasi bervariasi antara nol hingga 110.000 akibat ketidakpastian usai laporan Juli yang mengecewakan. Tingkat pengangguran diproyeksi naik menjadi 4,3%.
Samy Chaar, Kepala Ekonom Lombard Odier, menuturkan, pasar tenaga kerja adalah faktor nomor satu bagi arah kebijakan The Fed. Banyak komentar yang menyebut pasar tenaga kerja mulai mendingin sehingga membuka peluang pemangkasan suku bunga pada September meski situasinya tidak sesederhana itu.
"Ini adalah pekan penentu," tambahnya.
Ekspektasi biaya pinjaman lebih rendah menjaga Wall Street tetap dekat level tertinggi sepanjang masa, sekaligus memberi penopang di tengah tren historis bahwa September menjadi bulan terburuk bagi indeks S&P 500 dalam 35 tahun terakhir.
Dari sisi perdagangan, kebijakan tarif AS kembali menjadi perhatian setelah Pengadilan Banding memutuskan sebagian besar tarif impor era Presiden Donald Trump tidak sah, meski tetap berlaku hingga pertengahan Oktober sembari menunggu banding ke Mahkamah Agung.
Gedung Putih masih memiliki opsi menerapkan tarif sektoral, namun putusan tersebut menimbulkan tanda tanya atas kesepakatan dagang yang sudah dicapai maupun yang masih dinegosiasikan. Perundingan dengan Jepang terganjal isu beras, sementara negosiasi dengan Korea Selatan juga tersendat.
Selain itu, investor juga mencermati serangan Trump terhadap independensi The Fed. Gubernur The Fed Lisa Cook dijadwalkan menyampaikan argumen baru di pengadilan pada Selasa (2/9/2025) terkait upaya pemecatannya.
Demo Ewf
Demo Equityworld